Perencanaan Finansial Berbasis Dinar
Metode Islami dalam Perencanaan Keuangan
Seorang muslim haruslah menjadikan akhirat sebagai orientasi hidupnya sehingga amalan-amalan yang bisa membawanya pada kehidupan yang baik di akhirat menjadi prioritas yang diusahakan secara maksimal. Dalam upaya mengejar kebaikan kehidupan akhirat, kita juga tidak harus meninggalkan kebaikan bagi diri kita sendiri maupun anak-anak keturunan kita. Dalam konteks mencari kebaikan kehidupan dunia dan akhirat yang seimbang inilah seorang muslim harus memiliki rencana yang baik dalam hal apapun, termasuk dalam hal pengelolaan finansial bagi pribadi pribadi maupun keluarganya.
Bagi umat Islam, perencanaan finansial ini juga bagian dari ajaran agama yang diberikan contoh yang Indah langsung dari Al-Qur’an (Yusuf : 43-48). Perspektif manfaat harta yang tidak terbatas pada kehidupan duniawi membuat perencanaan finansial bagi seorang muslim juga harus mencakup hal-hal yang terkait dengan hidup sesudah mati. Oleh karena alasan ini, maka bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan finansial bagi seorang muslim juga mencakup masalah-masalah yang terkait dengan sadaqah, zakat, wakaf, hibah, wasiat dan tidak kalah pentingnya adalah masalah warisan.
Adanya dua jenis kebutuhan finansial yaitu kebutuhan yang dapat diprediksi dan kebutuhan yang tidak dapat diprediksi. Kebutuhan yang bisa diprediksi membutuhkan pengumpulan sejumlah dana dalam periode tertentu sehingga pada saat dibutuhkan dana tersebut tersedia. Contoh kategori ini adalah dana pergi haji, dana pendidikan anak, dana untuk pembelian rumah dan lain sejenisnya. Kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi bisa timbul kapan saja atau tidak timbul sama sekali. Dari kategori ini ada kebutuhan finansial yang bisa timbul kapan saja dan pasti terjadi, hanya waktunya yang tidak diketahui seperti kebutuhan biaya-biaya yang terkait dengan kematian anggota keluarga atau konsekwensi dari kematian anggota tersebut. Ada pula kebutuhan finansial yang bisa terjadi kapan saja tetapi mungkin juga tidak terjadi sama sekali seperti biaya-biaya yang terkait dengan risiko kesehatan, bencana alam, kecelakaan dan sejenisnya. Jenis kebutuhan finansial yang kedua ini yang pada umumnya diatasi melalui tolong menolong atau bentuk modernnya dikelola oleh Takaful atau asuransi syariah.
Untuk menyederhanakan pendekatan kebutuhan, langkah pertama yang dibutuhkan untuk perencanaan finansial adalah dibuatnya kerangka waktu (time frame) agar bisa tahu kapan dana tunai dan dana pendapatan dibutuhkan.
Dinar untuk Perencanaan Biaya Pendidikan
Misalnya untuk saat ini masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia perlu sekitar Rp 30 juta, maka anggaran 22 Dinar insyaAllah cukup dan pada saat anak kita yang akan masuk perguruan tinggi tiga tahun lagi juga akan cukup dianggarkan 22 Dinar, bahkan untuk 9 tahun yang akan datang. Bila saat ini memiliki anak usia 5 tahun dan 13 tahun lagi insyaallah akan masuk perguruan tinggi pada usia 18 tahun. Pada tingkat nilai uang sekarang biaya masuk perguruan tinggi, SPP per semester, buku dlsb dibutuhkan misalnya Rp 30 juta dengan asumsi tingkat inflasi per tahun 9 %, maka pada saat anak kita masuk perguruan tinggi 13 tahun yang akan datang biaya ini akan menjadi Rp 84.379.940
Bila kita menabung dalam tabungan Rupiah dengan tingkat bagi hasil rata-rata 6% per tahun, kita harus menabung per bulan Rp 372.400.Tetapi bila kita menabung dalam Dinar, dengan asumsi appresiasi nilai 20% /tahun, maka hanya dibutuhkan waktu 8,5 tahun untuk mencapai nilai tabungan yang dibutuhkan. Bila saat ini Rp 30 juta setara dengan 27 Dinar, maka 13 tahun lagi saat anak kita masuk perguruan tinggi dan memerlukan biaya Rp 84.379.940 (saat itu nilai uang ini hanya akan setara dengan sekitar 8 Dinar saja).
Jadi membuat perencanaan biaya pendidikan dengan Dinar selain lebih terjamin kepastian nilainya, juga sebenarnya akan jauh lebih ringan, karena apa yang kita tabung tidak tergerus oleh inflasi. Sebaliknya tabungan kita yang dalam Rupiah akan tergerus oleh inflasi karena rata-rata inflasi akan lebih tinggi dari hasil tabungan kita tersebut.
Dinar untuk Perencanaan Pensiun
Penurunan kwalitas kehidupan di akhir usia tidak sejalan dengan ajaran Islam, karena Islam mengajarkan kita untuk mencapai akhir usia yang paling baik, akhir amal yang paling baik dan hari terbaik ketika bertemu Allah SWT, sehingga dibutuhkan perencanaan untuk menghadapi masa tua kita (pensiun) sebagaimana do’a “Ya Allah jadikanlah yang terbaik dari umurku adalah akhirnya dan yang terbaik dari amal perbuatanku adalah penutupnya dan yang terbaik dari hariku adalah hari ketika aku bertemu denganMu.”
Misalkan saat ini kita hidup cukup longgar dengan biaya 5 Dinar sebulan, maka selama pensiun nanti belasan tahun yang akan datang insyaallah kita tetap akan dapat menikmati kwalitas hidup yang sama dengan 5 Dinar per bulan, hal yang sama tidak akan pernah bisa apabila uang kita Rupiah, US$ ataupun mata uang kertas lainnya.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa elemen-elemen penghasilan dan biaya saat itu kemungkinan besar berubah. Perubahan-perubahan inilah yang harus kita antisipasi dan kita gunakan untuk melakukan adjutment dari kebutuhan biaya kita sekarang. Berikut adalah butir-butir yang perlu dipersiapkan dari sekarang :
1) Apabila penghasilan tersebut dari tabungan atau dari dana pensiun, maka lebih cepat kita menukarnya dengan Dinar akan lebih baik, karena apabila tetap tersimpan dalam mata uang kertas nilainya akan terus menyusut
2) Semakin tua tentu kita ingin semakin banyak beramal, bukan sebaliknya. Jadi dana untuk beramal dalam bentuk apapun juga harus kita rencanakan.
3) Sedapat mungkin tidak ada pinjaman yang harus dibayar/dicicil selama kita pensiun. Usahakan seluruh hutang jangka panjang tidak melewati usia pensiun.
4) Akan ada biaya yang turun setelah kita pensiun, misalnya biaya telepon, kendaraan, pakaian, perjalanan dslb.Sebaliknya ada biaya yang pasti naik setelah kita berangkat tua yaitu biaya kesehatan.
Dari faktor-faktor tersebut, kita bisa perkirakan berapa Dinar yang kita butuhkan selama kita pensiun misalnya dari usia 55 – 70 tahun (perhitungan detilnya perlu rumus-rumus finansial Future Value, Annuity, Morbidity untuk menghitung biaya kesehatan dlsb).
Dinar Untuk Perencanaan Haji
Komponen biaya haji yang utama adalah mata uang asing yaitu US$ untuk tiket pesawatnya dan Saudi Riyal untuk biaya hidup selama di sana. Karena uang kita Rupiah, maka perencanaan ibadah haji menggunakan uang Rupiah mempunyai setidaknya dua ketidak pastian, yaitu faktor inflasi dan faktor nilai tukar. Karena dua faktor inilah maka biaya ibadah haji kita dalam Rupiah memiliki kecenderungan meningkat dari tahun ketahun.
Namun kita tidak perlu kawatir sekarang berdasarkan statistik 10 tahun terakhir, biaya haji dalam Dinar ternyata terus menerus mengalami penurunan. Bila ONH biasa tahun 2000 sekitar 70 Dinar, maka tahun ini hanya sekitar 26 Dinar saja atau mengalami penurunan rata-rata 12% per tahun. Apabila trend ini terus berlanjut, maka kita bisa pergi haji hanya dengan 14 Dinar saja pada tahun 2015.
Masalahnya adalah mayoritas masyarakat kita yang awam tidak menyadari hambatan inflasi terhadap pencapaian upaya untuk pergi berhaji ini. Kalau setahun kita hanya bisa mengumpulkan tiga juta, lima tahun lima belas juta, maka mungkin dia baru bisa pergi haji beberapa tahun kemudian yang pada saat itupun uangnya tidak cukup lagi karena entah berapa biaya pergi haji saat itu Walhasil pertumbuhan tabungan haji kita bisa jadi kalah dengan inflasi setiap tahunnya, sehingga niat suci ini bisa tergerus bersamaan dengan tergerusnya daya beli uang kita.
Ambil contoh misalnya kalau kita mau mulai serius merencakan haji kita dalam rentang 5 tahun yang akan datang, maka relatif aman bila untuk ONH biasa kita cadangkan 30 Dinar saja. Sangat bisa jadi 30 Dinar yang kita kumpulkan tersebut pada waktunya lebih dari cukup untuk membayar ONH biasa dan mungkin kita bisa meng-upgrade ONH kita menjadi ONH plus. Jadi bila kita rencanakan ibadah haji kita dengan Dinar; selain kecukupan dana lebih terjamin, juga sangat berpeluang kita dapat meng-upgrade perjalanan haji kita dengan yang lebih nyaman ONH plus. Mudah-mudahan Allah memudahkan rencana ini.[son]
Disarikan oleh Sony Nurcahyo SE dari : “Dinar The Real Money”, Muhaimin Iqbal (GIP); “Dinar Solution”, Muhaimin Iqbal (GIP); www.geraidinar.com; www.nurdinar.com








