Masuk Sekolah, Aku Sudah Tidak Malu Lagi
Oleh : Esti Nastiti H
Guru TK Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto
Selepas Maghrib, udara malam di awal tahun terasa dingin. Elsya yang masih TK tampak asyik merapikan mukena dan sajadah miliknya. Seperti biasa ia berjama’ah bersama ibunya di rumah, sementara ayah dan kakak lelakinya berjama’ah di mushala dekat rumah.
Elsa melipat mukena dengan rapi di atas sajadah, lalu sajadah dilipatnya sehingga mukena tersimpan rapi didalamnya. Begitulah dia belajar melipat dari ibunya. Tidak Cuma itu sajadahnya pun disimpan di rak kayu di sudut ruang sholat.
Tiba-tiba Elsya berseru, “Ibu! ibu... besok Elsya masuk sekolah!, asyiknya liburan telah selesai!” seru Elsya kegirangan. Ya, tak terasa sudah dua minggu lamanya Elsya libur sekolah.
Namun, sejenak kemudian Elsya termenung lalu berkata “Aku nggak mau sekolah” katanya, “Bu aku malu tertemu teman-teman, aku malu bertemu ustadzah”
Belum sempat ibu bertanya, tiba-tiba Elsya menangis keras-keras “Aku tidak mau sekolah! hu hu hu”
Ibunya sungguh keheranan. Ada apa dengan Elsya? Pikir ibu Elsya. Bukankah baru beberapa menit yang lalu Elsya kegirangan karena liburan sudah hampir habis? tapi kok tiba-tiba langsung menangis semacam ini?
Kemudian dengan pelan-pelan ibu mendekati dan memeluk Elsya. “Nak, kamu kenapa, ada apa denganmu?” Tanya ibu.
Dengan masih terisak-isak Elsya bilang, “Bu... aku malu”
“Malu kenapa?” tanya ibunya
“Bu, aku malu kalau sudah masuk sekolah lagi nanti aku disuruh maju ke depan teman-teman, aku disuruh maju menyanyi, disuruh maju mengaji sama ustadzah”
“Oh begitu” kata ibu “Elsya anakku sayang, kamu tak usah malu. Kenapa mesti malu. Di sekolah sama saja dengan di rumah. Selama liburan ini kamu kan juga bermain sama teman-temanmu. Kamu bermain sekolah-sekolahan, bermain jual-jualan dan masih banyak lagi, kamu juga punya teman mba Salma, mba Fifi, mba Opi. Malah kemarin ada teman barumu mba Laura. Temanmu di rumah juga banyak.”
“Iya bu, tapi di rumah kan nggak ada ustadzah” bantah Elsya.
“Elsya, menurut ibu kamu itu sudah hebat. Di rumah kamu sudah mempunyai banyak teman, dan di masjid temanmu juga banyak. Bukankah Elsya juga belajar ngaji di masjid sama Ustadz? itu sama saja dengan ustadzah di sekolahmu sayangku.” Ibu menjelaskan panjang lebar.
Elsya memandangi wajah ibunya. “Oh iya... ya, kalau di masjid aku juga sering disuruh maju hafalan doa sama ustadz” kata Elsya dengan wajah berbinar. “Ya, aku nggak malu lagi bu!”
Malam itu selepas sholat Isya, Elsya tidur lebih cepat. Elsya tampak begitu rindu dengan sekolahnya, sampai-sampai baju seragamnya digantung dekat tempat tidur. “Aku ingin bermimpi bermain bersama teman-teman” kata Elsya sebelum tidur.
Selamat tidur Elsya, besok akan menjadi hari yang sangat menyenangkan. Ya, besok adalah saatnya kembali ke sekolah. []








