Kepegawaian
Para pendidik dan pengajar harus mengikuti seleksi ketat sebelum benar-benar menjadi guru di sekolah Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Seluruh proses recruitmen ini dapat digambarkan seagai berikut :
Tahap pertama berupa proses seleksi administrasi. Dimana kemampuan akademik menjadi penentu awal. Umumnya IPK min 2.75 untuk PTN dan min 3.00 untuk PTS.
Tahap kedua berupa seleksi tertulis dan wawancara. Seleksi tertulis berkenaan dengan kualifikasi calon guru pada mata pelajaran yang akan diajarkan. Sementara seleksi wawancara berkenaan dengan pengetahuan keislaman, wawasan kependidikan, dan komitmen profesi.
Tahap ketiga berupa tes kesehatan dengan dokter yang disediakan oleh sekolah Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto.
Tahap Keempat berupa pelatihan intensif selama 1 bulan penuh dan menginap. Tahap ini diselenggarakan utuk memastikan caloon guru benar-benar telah siap sejak hari pertama mengajar.
Tahap kelima berupa masa percobaan selama satu tahun penuh dimana prestasi selama satu tahun akan menentukan diterima atau tidak sebagai karyawan tetap di sekolah Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto.
Tentunya proses pembinaan kepegawaian terus berlangsung selama seseorang tercata sebagai karyawan Al Irsyad. Pembinaan ini merupakan komitmen lembaga untuk terus mengembangkan kualitas guru dan karyawan demi meningkatkan kualitas sekolah.
Pembinaan yang dilakukan diantaranya :
1. Halaqah, yaitu pembinaan rutin pekanan secara berkelompok kepada seluruh karyawan untuk menambah wawasan keislaman dan meningkatkan kemampauan praktis ibadah.
2. Pembinaan bahasa Arab dan Inggris, yaitu pelatihan keterampilan berbahasa asing setiap pekan agar setap karyawan dapat menambah pengetahuan dari literatur berbahasa asing.
3. Workshop, yaitu pelatihan intensif selama beberapa hari persemester untuk mendongkrak kemampuan mengajar dan manajemen. Termasuk juga workshop tersendiri untuk karyawan TU, Perpustakaan, Kasir dan bendahara sekolah, Satpam, sampai pada para petugas house keeping.
4. Seminar Pendidikan, berupa menghadirkan tokoh-tokoh pendidikan baik dari Indonesia maupun negara asing untuk mengembangkan wawasan pendidikan sekaligus menigkatkan kepercayaan diri para karyawan.
5. Mabit dan i'tikaf, merupakan strategi lembaga untuk membiasakan karyawan agar menyediakan waktu khusus untuk beribadah. Lokasi mabit dan i'tikaf ini diupayakan jauh dari sekolah sehinga sekaligus bermakna syiar Islam.
6. Lomba-lomba, diantaranya lomba Penelitian Tindakan Kelas (PTK), lomba media (powerpoint), lomba sekolah bersih, dan pertandingan olahraga antar karyawan sekolah pada akhir semester.



