Evaluasi

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al Hasyr : 18)

Evaluasi seringkali dikaitkan dengan akhir kegiatan, padahal kita bisa mengevaluasi apapun sejak pra kegiatan sampai akhir kegiatan. Evakluasi dapat dimulai dari memeriksa keinginan, mengoreksi proses perjalanan, menilai hasil dan mestinya ada tindak lanjut dari evaluasi akhir tersebut. Al Hasan berkata “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti mencermati keinginan hatinya sebelum melakukan sesuatu”

Pada edisi yang lalu sudah dijelaskan tentang membangun visi anak. Pekerjaan tersebut merupakan wujud memeriksa keinginan orangtua secara mendasar terhadap hasil akhir anaknya. Namun kita tahu bahwa hal itu baru permulaan, sedangkan dalam melaksanakannya harus dengan penuh kesabaran dan membutuhkan kontrol dan evaluasi serta masukan kepada anak.

Pada dasarnya, sudah cukup bagus bila orang tua memiliki keinginan terhadap kemajuan anaknya. Sebagaimana ditunjukkan dengan mencari kegiatan dan fasilitas yang baik untuk anak, lalu rencana pun disusun dan dibicarakan antar keluarga, ditambah mengajak anak bicara dan didorong untuk melakukanya. Meskipun demikian, orang tua juga dituntut untuk mengadakan evaluasi proses dan akhir. Ingat, jangan sampai orang tua mengabaikan evaluasi proses perkembangan dan membiarkan perjalanan anaknya mengalir apa adanya.

Contohnya, evaluasi terhadap anak dalam aspek sekolah dimana terlihat beberapa orangtua tidak melakukannya dengan sunguh-sungguh. Bisa jadi rapor anak yang diterima orang tua hanya dilihat sepintas, paling-paling sekedar melihat rangking saja kemudian memberi komentar seadanya. Bahkan beberapa orangtua tidak sempat atau tidak menyempatkan diri mengambil rapot semester 1 anaknya. Mereka beralasan “Toh belum kenaikan kelas”. Bila kondisinya demikian, maka jelas semakin jarang orangtua menanyakan hasil ulangan harian anaknya. Hal-hal terebut baru dari lingkup akademis sedangkan bagian non akademis bisa jadi lebih jarang dievaluasi.

Memang bagus juga bila orang tua mengevaluasi anaknya ketika pulang dari sekolah dengan menanyakan tentang makan siangnya dihabiskan atau tidak, namun pertanyaan itu masih dalam hal fisik. Karena lebih bagus lagi jika menanyakan materi pelajaran apa yang didapatkan. Meskopun demikian, evaluasi ini masih belum cukup karena masih sekedar sisi akademis. Maka akan jauh lebih baik lagi bila orang tua menanyakan juga tentang pengalaman yang berkesan yang diperoleh, dan nasihat apa yang diterima. Evaluasi semacam inilah yang disebut sebagai mengevaluasi pelajaran sekaligus mengevaluasi pendidikan.

Patut untuk diingat pula bahwa “tindak lanjut” merupakan hal yang penting dari evaluasi. Karena evaluasi dilakukan untuk memberikan tindak lanjut atas keinginan, proses atau apapun yang telah dicapai. Dalam hal sekolah anak ada baiknya orang tua mengkomunikasikan hasil progress report atau rapor dengan guru atau wali kelas, kemudian bicarakan pula dengan anak lalu berilah arahan untuk perbaikan dan kemajuannya. Begitu anak tengah atau setelah melakukan kegiatan, misalnya pulang dari mengikuti acara silaturrahim orangtua, sangat baik orangtua menanyakan pengalaman anaknya dan memeberi masukan atas kekurangan atau memeberi pujian sewajarnya dan ketakan suatu untuk kemajuan yang akan datang.

Akhirnya,... mari kita renungkan firman Allah dalam Al Quran Surat At-Takatsur ayat 8 : “Kemudian kalian benar-benar akan ditanyai mengenai nikmat yang telah diberikan itu.” []

Kunjungi website kami: Read more     Amankan uang anda ke DINAR Read more     Info Terbaru Lowongan Guru Read more