Cerdas dengan Aktivasi Otak tengah ?
Oleh Nurhadi, Lc Ketua Bidang Biah Islamiyyah LPP Al Irsyad Purwokerto
Assalamu’alaikum wr wb
Banyak info tentang cerdas dengan mengak-tifkan otak tengah, bahkan bisa membuat anak mampu membaca dengan mata tertutup. Bagai-mana menurut bapak? Eti,delima***@gmail.com
Wa’alaikumsalam wr wb.
Ibu Eti yang saya hormati, memiliki anak dengan kecerdasan di atas rata-rata memang membang-gakan. Sehingga setiap peluang meningkatkan kecerdasan dan kegeniusan anak sering langsung direspon positif oleh para orangtua.
Akhir-akhir ini memang sedang gencarnya promosi mengaktifkan otak tengah oleh beberapa lembaga pelatihan. Konon pelatihan ini menguna-kan teknologi modern dalam mengaktifkan mid-brain (otak tengah) melalui kolaborasi kemanjuran musik, audio dan lain sebagainya. Musik yang digunakan pun lebih kuat beberapa kali dari musik Mozart dengan asumsi akan memberi efek yang tepat pada anak-anak. Pelatihan ini menyatakan manfaat aktivasi otak tengah antara lain: Mening-katkan konsentrasi, Meningkatkan daya ingat, Meningkatkan kreatifitas, Lebih cerdik, Emosi lebih stabil, Lebih berbakat, Hormon lebih seimbang, Membentuk karakter positif, dan Lebih berprestasi.
Untuk menjelaskannya dengan gamblang, maka ada baiknya saya uraikan fenomena ini melalui penjelasan teori kedokteran syaraf modern, dan dari sudut pandang psikologi perkembangan.
dr. Arman Yurisaldi Saleh.MS.,SpS, penulis buku Mengungkap Rahasia Otak Tengah menyatakan dalam ilmu kedokteran syaraf modern, ada 7 bagian otak manusia yang vital dan berperan penting dalam kecerdasan yaitu:
1. Prefrontal (otak depan bawah)
2. Kemampuan bahasa dan logika (otak kiri)
3. Seni yang melibatkan perasaan (otak kanan)
4. Ide kreatif (otak kanan)
5. Emosi (limbik & Amigdala)
6. Konsolidasi memori (hipokampus)
7. Otak kecil (serebelum)
Kemudian berdasarkan ilmu Neuro-Anatomi, otak terdiri atas beberapa bagian, yaitu :
1. Otak depan atau forebrain (prosencepalon) terdiri atas bagian besar otak.
2. Otak tengah atau midbrain (mesencephalon), bagian ini relatif pendek dan menjadi penghu-bung antara otak depan dengan hindbrain.
3. Otak belakang atau hindbrain(rhomdencepalon).
Nah, sekarang bagaimana kita melihat aktivasi otak tengah tersebut?
1. Dalam dunia kedokteran syaraf, daya konsentrasi dapat diuji dengan metode-metode yang sudah baku. Bila aktivasi otak tengah bisa meningkatkan konsentrasi dengan cara-cara yang bisa diterima akal atau logika ilmu kedok-teran syaraf modern, seharusnya hal itu bisa dibuktikan dengan Positron Emmision Tomography (PET-Scan). Melalui alat ini, suatu daerah otak tertentu akan menunjukkan warna yang berbeda bila konsentrasi seorang meningkat.
2. Bila memang aktivasi otak tengah mampu meningkatkan kreatifitas maka pencetus ide perangsangan otak tengah harus mendefinisikan arti kreativitas dalam kaitan dengan kecerdasan otak bertolak dari penemuan para ahli sebelumnya. Dan sudah barang tentu apabila metode ini menggunakan standar yang berbeda maka tidak dapat diterima oleh kalangan kedokteran syaraf modern.
Masalahnya, adalah kesalahpahaman masyarakat mengartikan kecerdasan dan kegeniusan. Para orangtua sering langsung takjub begitu melihat seorang anak dapat membaca dengan mata tertutup, sehingga melupakan permasalahan apakah membaca dengan mata tertutup diakui dalam standar kecerdasan otak anak? Jawabnnya tidak.
Demikian pula bila ditinjau dari segi manfaat, maka manfaat apakah yang diperoleh bila anak dapat membaca dengan mata tertutup? Jawa-bannya tentu akan membingungkan, apalagi bila dihubungkan dengan pekerjaan apakah yang mensyaratkan kemampuan ini dalam kehidupan sosial sehari-hari? Apakah cocok untuk kedokteran, arsitektur, manajemen perusahaan, politik, dan pendidikan? Tentunya tidak ada.
3. Otak kiri adalah pusat berfikir logika matematika, tempat berfikir yang memerlukan penjelasan mendetail atau deskriptif. Sementara itu otak kanan merupakan pusat kegiatan berperasaan seni sekaligus pusat ide kreatif.
Bila otak kanan mengalami stroke maka bentuk menjadi tidak indah, dan jika otak kiri yang mengalami stroke maka detail bentuk menjadi kabur. Lalu dimana peranan otak tengah dalam membentuk kecerdasan?
4. Penjelasan ilmiah tentang hubungan gelombang Alfa, beta, delta, dan teta dengan aktivasi otak tengah belum bisa dibuktikan karena gelombang-gelombang ini akan berubah dominasinya ketika keadaan tidur, buka, dan tutup mata. Namun jelas tidak ada penelitian ilmiah kedokteran syaraf yang membahas gelombang ini dikaitkan dengan istilah otak yangtengah yang menjadi aktif.
5. Kemampuan konsolidasi memori di buktikan dengan suatu tes memori dalam ilmu kedokteran syaraf modern. Alat pengukurnya pun sudah baku.
Bagaimana dengan hasil pelatihan aktivasi otak tengah? Bila mengandalkan pengamatan orangtua terhadap anaknya sendiri, tentu pendapat orangtua ini kurang obyektif. Apalagi pelatihan ini membutuhkan biaya yang mahal, sehingga terdapat kecenderungan orangtua untuk mengatakan pelatihan itu sukses besar. Terlebih efek sugesti promotor pelatihan telah membuat penilaian para orangtua (yang anaknya menjadi peserta pelatihan) mejadi jauh dari obyektif.
6. Penemuan terbaru menunjukkan peran otak kecil (Serebelum) yang sebenarnya mempengaruhi ketepatan dalam mengambil keputusan dan konsistensi terhadap suatu keputusan, juga kecepatan di dalam mempelajari suatu keterampilan tangan sehingga bisa melakukan aktivitas itu tanpa berfikir panjang. Sehingga bila seseorang mengalami gangguan dalam serebelum-nya maka akan ditemui apa yang disebut oleh dokter spesialis syaraf Amerika David Schmeman sebagai Dysmetria of thought alias mencla-mencle. Kecerdasan dalam mengambil keputusan dengan pilihan kata yang tepat juga mencerminkan fungsi serebelum yang baik dalam hal kecerdasan.
7. Otak tengah (midbrain) secara anatomi adalah bagian penghubung otak depan dengan otak belakang. Otak tengah adalah perlintasan arus elektrik dan zat-zat neurokimiawi dari batang otak menuju otak besar. Gangguan pada daerah ini bisa mengakibatkan terganggunya kesadaran. Fungsi-fungsi kecerdasan otak berpusat pada otak besar dan dibantu otak kecil (yang dikenal dengan nama saras kortiko serebelar). Lalu bagaimana peranan otak tengan dalam fungsi kecerdasan?
8. Pemerintah Jerman pernah mendanai riset tentang hubungan antara musik dan kecerdasan. Tim peneliti ini terdiri dari sembilan orang pakar dari bidang neurosains, psikologi, pendidikan dan filsafat. Mereka dilibatkan untuk meninjau jurnal-jurnal penelitian tentang topik tersebut.
Tim ini menemukan kenyataan bahwa sebagian besar hasil penelitian tentang pengaruh mendengarkan musik mozart (yang dikumpulkan dalam mozart requiem) ternyata tidak terbukti konsisten, atau meskipun ada efeknya ternyata hanya terasa tidak lebih dari 20 menit.
Tim ini pun menumbangkan klaim bahwa berlatih musik dapat meningkatkan kecerdasan. Mereka menyatakan, sebagian besar hasil penelitian terlalu lemah dan tidak bisa menjelaskan pengaruh musik dalam jangka panjang.
Hanya terdapat satu atau dua penelitian besar dan cermat dapat menunjukkan efek musik yang signifikan terhadap IQ selama bertahun-tahun. Sayangnya, meskipun efek latihan musik ini dapat dibuktikan oleh riset itu tetapi tetap tidak mampu membuat anak-anak kita menjadi genius.
9. Dalam sebuah seminar di Balai Kartini 24 Januari 2009, “Building Your Child’s Brain Connection” terungkap bahwa kualitas otak, kecerdasan, kreativitas, dan perilaku anak bergantung pada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor intrenal meliputi faktor genetik. Sedangkan faktor eksternal meliputi nutrisi dan pola pengasuhan (kasih sayang & stimulasi bermain) dari orang-orang di sekitar anak, seperti: orangtua, guru, teman, dan tetangga.
10. Dr. Dwi Putro Widodo, Sp.A (k), M.Med menyebutkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan otak anak adalah nutrisi atau gizi yang diberikan, terlebih pada periode percepatan pertumbuhan otak. Ada banyak gizi yang diperlukan untuk perkembangan otak. Nutrisi-nutrisi tersebut lengkap tersedia dalam ASI. Gangliosida yang terdapat dalam ASI berperan penting untuk pembentukan memori dan fungsi umum otak besar, pertumbuhan dan pembentukan sel syaraf serta sebagai modulator, yang melakukan transmisi dan informasi serta menyimpan data. Makin banyak sel syaraf yang terbentuk makin besar kapasitas memori yang disediakan dalam otak anak.
Selain nutrisi, stimulasi memegang peranan penting dalam memaksimalkan kecerdasan otak. Stimulasi diperlukan agar hubungan antar sel syaraf otak (sinaps) dapat berkembang. Penting untuk diingat bahwa sinaps akan menghilang secara spontan bila tidak digunakan.
Floor time merupakan metode stimulasi otak yang saat ini sedang dikembangkan, metode ini berfungsi untuk mengembangkan semua potensi anak, membantu kedekatan emosional antara orang tua dan anak, melatih kemampuan berkomunikasi, kemampuan berfikir, dan meningkatkan kepercayaan diri anak.
dr. Muliawan Mansyur, Brand Manager Anmun System memberi informasi yang bermanfaat mengenai metode floor time.
1. Orang tua dan anak bermain interaktif setiap hari selama sekitar 30 menit
2. Fokus penuh pada keinginan anak
3. Inisiatif oleh anak (turutilah ide anak, misalnya ingin bermain, atau menggambar)
4. Beri kebebasan anak dalam menentukan (bermain apa, dengan apa, membicarakan apa)
5. Hargailah dan turutilah keinginan anak, jangan menolak atau mengambil alih pimpinan permainan, dan aktif bermain sesuai keinginan anak. Wallahu a’lam.[]








